Senin, 07 Agustus 2017

Kepolisian Bekasi Akhirnya Tetapkan 2 tersangka Berinisial "SU dan NA" Mereka Adalah Pelaku Main Hakim Sendiri Atas Kematian Almarhurm M Alzahra alias Joya. Pria 30 Yang Di Bakar Hidup Hidup Oleh Massa Di Bekasi



Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi, polisi akhirnya menetapkan dua tersangka terkait kasus pengeroyokan dan pembakaran M Alzahra alias Joya. Pria 30 tahun itu tewas mengenaskan setelah dituduh mencuri amplifier di Musala Al Hidayatah, Babelan, Selasa 1 Agustus 2017 petang.

"Sudah ditetapkan dua tersangka, inisial SU dan NA," ungkap Kapolres Kabupaten Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra, saat dihubungi Minggu (6/8/2017) malam.Dia mengungkapkan, kedua tersangka merupakan bagian dari 10 orang yang diperiksa sebagai saksi. Mereka juga merupakan warga di sekitar lokasi kejadian. (FreeChip Poker)
"Sudah berada di polres sejak kemarin " ujar Asep.
Untuk hasil pengembangan yang dilakukan, polisi akan memberikan keterangan kepada masyarakat. Polisi akan mengumumkannya pada Senin, 7 Agustus 2017.
"Mungkin sore ya (rilisnya)," ujar Asep. ( Bandar Togel Online Aman)
Joya tewas mengenaskan di Pasar Muara, Bekasi, setelah dihakimi massa. Kepergian Joya menghadap Sang Pencipta menimbulkan rasa simpati masyarakat terhadap keluarga korban. Mereka berduyun-duyun datang ke rumah duka di Kampung Kavling Jati, RT 04 RW 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. (Bonus Deposit Togel Online)
Joya meninggalkan istri yang tengah hamil enam bulan serta putra sulung bernama Alif Saputra. Alif yang berusia empat tahun itu kerap menanyakan keberadaan sang ayah, yang biasa mengajaknya salat dan mengaji di musala sederhana, dekat dari rumah kontrakannya.

Sang istri, Jubaidah, meminta kepada penegak hukum agar para pelaku pengeroyokan yang menewaskan Joya diproses secara adil.

Korban Pembakaran Hidup-Hidup di Bekasi Dikenal Taat Beribadah.

Air mata telah mengering dari pipi Siti Jubaida, istri pria yang dituduh mencuri di masjid di Kampung Cabang Empat, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Perempuan 25 tahun itu masih tidak percaya dengan kabar yang didengarnya, sang suami pencuri amplifier.(Bandar Bola Online)

Tak pernah terbesit di benaknya untuk berburuk sangka kepada M Alzahra alias Joya (30). Pria yang tewas dihakimi massa itu dikenalnya sebagai sosok taat beribadah.Almarhum selalu tepat waktu dalam menjalankan salat. Oleh karena itu, dia percaya Joya adalah korban salah sasaran.
Siti menuturkan, Joya sempat menelepon sebelum kejadian berlangsung. Suaminya mengaku sedang dalam perjalanan pulang ke Kampung Kavling Jati, RT 04/05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. ( Bandar Casino Online)
Dia menduga suaminya menyempatkan diri untuk mampir ke musala setempat untuk melaksanakan salat.
"Dia jam 11 siang keluar membawa speaker. Memang setiap hari dia keluar untuk dagang. Nah, sorenya dia sempat telepon, bilang dalam perjalanan pulang. Saya mengira jika suami saya sambil membawa alat-alatnya dan mampir ke musala untuk salat. Karena takut hilang, dia bawa ke dalam. Entah bagaimana dia lalu disebut maling," tutur Siti saat ditemui di rumahnya, Kamis 3 Agustus 2017. ( Super Jackpot Poker Online)
Dia pun mengutuk tindakan main hakim sendiri yang menewaskan Joya.
Joya tewas dengan cara dianiaya lalu dibakar hidup-hidup oleh warga. Dia dituduh mencuri tiga amplifier atau pengeras suara di Musala Al-Hidayah pada Selasa, 1 Agustus 2017 petang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar